Cara memulai bisnis pakaian bekas

Baju bekas ternyata dapat didaur ulang dan dijual kembali. Tentu ini sangat menguntungkan bagi Anda yang mau memulai bisnis ini. Dengan kapital seadanya, Anda akan mendapat laba berkali-kali lipat. Kegiatan bisnis pakaian bekas ini generik dilakukan di negara luar. Banyak orang memanfaatkan pakaian bekas mereka yang masih layak pakai buat dijual kembali dengan harga yang sangat murah tetapi sangat menguntungkan, Tentu ini menjadi hal menarik.
Jika Anda berniat menjalankan bisnis ini, langkah-langkah berikut perlu diperhatikan. Langkah-langkah ini merupakan pedoman bagi Anda agar tak salah jalan dan meminimalisasi kesalahan dan kerugian. Langkah-langkah memulai bisnis pakaian bekas tersebut antara lain:
1. Pilihlah baju bekas yang cukup baik dan sangat layak pakai!
2. Jika terdapat robek sedikit, jahitlah terlbih dahulu. Ingatlah jahitnya tentu harus dengan sangat rapi. Datangi ke loka jahit jika dirasa perlu.
3. Membeli baju dalam jumlah yang cukup banyak sebab selain dapat menghemat, tak perlu bolak-balik jika stock habis.
4. Setelah mendapatkan baju bekas, diusahakan rendam dengan air panas kemudian cuci
5. Setelah itu, gunakanlah parfum agar pakaian tampak terlihat baru. Parfum ini dapat didapatkan di toko-toko parfum terdekat.
6. Kemaslah baju-baju tersebut, dapat menggunakan plastik atau apapun agar baju terlihat lebih menarik dan terkesan mahal.
7. Anda dapat menjual barang-barang tersebut di kawasan dekat kampus atau sekolah. Dapat juga dijual di pasar kaget meskipun biasanya hanya diadakan seminggu sekali.
8. Untuk mendapatkan pakaian bekas tersebut, sebaiknya Anda hunting barang-barang itu ke pasar-pasar di kota Anda. Cari informasi baik lewat pedagang atau berdasarkan mulut ke mulut.
9. Lakukan survey pasar untuk menentukan harga.
10. Baju siap untuk diperjualbelikan.

Posted on by Yufi Priyo / Posted in Peluang Usaha | Tagged , | Leave a comment

Tips-tips mengatasi masalah bisnis pakaian

Dalam suatu usaha pasti ada masalah yang muncul dan harus dihadapi. Berikut beberapa contoh masalah dan solusinya:

Kualitas Produk, ketakutan calon pembeli saat melihat produk display adalah barang yang mereka pesan tidak sesuai dengan apa yang mereka lihat pada gambar. Mereka banyak bertanya mengenai bahan pakaian, warna, dan juga kualitasnya. Untuk mensiasatinya, belilah satu atau dua sampel dari katalog yang dapat mewakili semuanya sehingga kita dapat mengetahui dengan pasti kualitas produk dari katalog tersebut. Satu tips lagi, jangan pernah menawarkan produk yang kita sendiri tidak mengetahui kualitasnya. Dengan sendirinya, semakin banyak orang memesan baju atau produk lainnya dari salah satu katalog, kita akan menguasai atau memperkirakan kualitasnya.

Untuk masalah ukuran. Calon pembeli banyak yang tidak tahu apa ukuran pakaian mereka. Terkadang ukuran salah satu katalog tidak sesuai dengan ukuran standar lainnya. Pada beberapa kasus, terdapat ketidaksesuaian ukuran yang biasa digunakan oleh pembeli dengan ukuran katalog. Solusinya, mintalah selalu ukuran standar produk dari katalog fashion yang kita punya. Dengan demikian dapat kita pastikan sebelumnya ukuran produk yang akan dipesan.

Delay Order,rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam proses order hingga pesanan sampai adalah 3 hari sampai 10 hari kerja. Waktu yang cukup lama bagi pembeli untuk menunggu produk pesananannya sampai ke tangannya. Ada beberapa kasus pembeli membatalkan pesanannya gara-gara waktu tunggu yang lama. Untuk mensiasatinya, pastikan pesanan cepat ditangani dengan secepatnya memesan ke stockist atau produsen produk tersebut dan jangan lupa untuk selalu menanyakan kepada supplier kapan barang pesanan kita akan dikirim. Dengan demikian, kita akan mengetahui sampai kapan pesanan akan diterima oleh pembeli. Tipsnya adalah selalu informasikan kepada pembeli kapan dia akan terima orderannya.

Stock Barang, kebanyakan masalah stock akan kita temui pada produk Fashion MLM. Kebanyakan produk MLM bermasalah dalam stock barang, karena stockist selalu rebutan untuk menyetock barang banyak-banyak, sehingga bermasalah kepada kita sebagai penjual. Berbeda dengan produk non MLM seperti distro atau pakaian Bandung yang memang mereka memproduksi sendiri pakaian secara langsung. Ketika menemui salah satu MLM yang keseringan kekurangan stock barang, kita harus cepat menanyakan ketersediaan stock barang tersebut. Ketika barang yang dipesan oleh pembeli habis, cepat-cepat informasikan kepada pembeli. Syukur-Syukur dia akan memilih produk lainnya, sehingga kita tidak mengecewakan konsumen. Dalam bisnis berdagang, kepercayaan konsumen sangatlah penting. Oleh karena itu, kita harus menjaganya dengan selalu menginformasikan segala sesuatunya dengan jelas dan transparan.

Retur Barang, agak sedikit mengesalkan memang, ketika kita menemui salah satu konsumen yang menukar barangnya gara-gara salah ukuran atau menukar warna. Biasanya waktu tunggu retur barang lebih lama dibandingkan dengan waktu pesan. Selain itu, retur memerlukan biaya tambahan, yaitu ongkos pengiriman. Oleh karena itu, bertindaklah cepat dengan melaporkan kepada supplier mengenai retur tersebut. Sehingga akan mengurangi waktu tunggu hingga kedatangan pesanan.

Managing, salah satu trik untuk menarik minat calon pembeli adalah menyediakan produk yang beragam mulai dari selera, harga dan model. Sehingga kita harus memiliki semua katalog pakaian dan fahion yang beredar dipasaran. Dengan banyaknya katalog yang kita miliki, tentu saja akan sedikit menyulitkan kita untuk mengingat kepada siapa kita memesan barang dari Katalog G-Shop misalnya. Untuk itu biasakanlah mendata nama, nomor telepon, alamat dari Up-Line kalau produk tersebut berbasis MLM, dealer atau agen resmi. Kedepan saya akan memberi contoh bagaimana menangani masalah managemen berjualan lengkap dengan contoh form, data transaksi dan database supplier.

Posted on by Yufi Priyo / Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tantang bisnis pakaian yang harus dihindari

Dalam setiap usaha/ bisnis pasti ada tantangan dan hambatan yang harus dihadapi dan diselesaikan agar bisnis tersebut dapat berkembang. Berikut tantangan tersebut dan segera tentukan solusinya:

1. Ketika belanja digrosir minimal beli untuk mendapatkan harga grosir 3 potong sedangkan pada saat belanja misalnya beli beli 10 potong , kemudian terjual hanya 7 potong, yang sisanya terkadang karena dengan alasan tidak ada pilihan lain, sisa ini menjadi tidak laku, padahal sisa satu ini adalah laba yang didapatkan. Jadi kesimpulan menjual pakaian secara eceran bila tidak terjual semuanya tidak mendapatkan untung.
2. Ketika lama tidak terjual ketinggalan model dan kemudian terkena debu kotor dan lain sebagainya sehingga lebih sulit lagi untuk menjualnya, memang jualan baju tidak bau tetapi kotor bisa karena terlalu lama debu menempel dipakaian.

Sebenarnya masih banyak lagi tantangan dan kendali, namun yang sering muncul dan yang pokok adalah dua hal di atas.

Posted on by Yufi Priyo / Posted in Peluang Usaha | Tagged , , , , , , , | Leave a comment
Lewat ke baris perkakas